Buku Sejarah Pasukan Pelajar I.M.A.M. (Indonesia Merdeka Atau Mati).
Selama Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1945-1949.
P R A K A T A
Dengan mengucap syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karuniaNya yang
maha besar sehingga sejarah Pasukan Pelajar IMAM selama Perang Kemerdekaan dapat dibukukan.
Tujuan dari penulisan ini
bukanlah untuk membusungkan dada karena merasa
telah berjuang memanggul senapan untuk melawan penjajah
Belanda yang datang ke Indonesia untuk melanjutkan kolonialismenya, tetapi ingin mengemukakan hal-hal sebagai berikut :
--- Pertama, ingin menyampaikan kepada generasi muda pada umumnya dan generasi penerus dari Brigade 17 Pelajar Pejuang
dan lebih-lebih lagi kepada IMAMUDA generasi penerus
dari Pasukan Pelajar IMAM pada khususnya, gambaran dan peranan masa lampau orangtua
mereka selama perang Kemerdekaan. Sebagai pelajar Sekolah Menengah, tanpa pamrih tanpa ada
yang menyuruh, dengan resiko ketinggalan dalam pelajaran sekolah, ikut berjuang
mempertaruhkan jiwa dan raganya karena terdorong panggilan jiwa ikut bertanggungjawab
terhadap tegaknya kemerdekaan yang terancam oleh kehadiran pasukan musuh. Makna dari pengorbanan masa lampau itu supaya dicernakan, bukan peristiwa
kemenangan, kekalahan atau kekonyolan pertempuran dengan segala data dan tanggal-tanggalnya. Meskipun terdapat
suasana lingkungan, corak kehidupan serta
sikap manusia yang berbeda pada masa-masa itu
daripada keadaan sekarang, tetapi tekad orangtua
mereka supaya dihayati, ditiru jiwa pengorbanannya dan rasa ikut bertangjawab
tentang nasib negara tanpa perhitungan untung dan rugi. Kemudian setelah gencatan senjata dan masuk ke kota tekad mereka
yang dengan semangat yang sama, kembali ke bangku sekolah mengejar
ketinggalan belajar. Jiwa pengorbanan yang sepi ing pamrih
rame ing gawe itu perlu dicernakan oleh generasi penerus
dalam perjalanan hidupnya mengisi kemerdekaan menuju ke tingkat penghidupan
bangsa Indonesia yang lebih tinggi, merata, sejajar dengan bangsa-bangsa yang maju.
--- Kedua, dalam era alih generasi
dari generasi 45 ke generasi penerus dan dalam masa pembangunan yang sekarang sedang giat
dilaksanakan oleh Pemerintah untuk meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan
seluruh rakyat Indonesia secara merata berdasarkan Pancasila sebagai perwujudan
nilai luhur yang terkandung dalam Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945,
pemuda-pemuda harapan bangsa dengan dibekali oleh semangat cinta tanah air yang mendalam yang telah ditunjukkan oleh
orangtua mereka dan oleh para pejuang ’45, harus menyiapkan diri
dengan giat belajar dan mencari keahlian yang setinggi-tingginya dalam berbagai bidang ilmu supaya dapat ikut serta dalam pelaksanaan
pembangunan nasional dan
berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
---
Ketiga, berhasrat ikut
menyumbang khazanah sejarah perjuangan pemuda pelajar selama Perang Kemerdekaan
di pulau
Jawa pada umumnya, dan di daerah Banyumas pada khususnya. Karena jumlah anggota pasukan Pelajar IMAM
sedikit sekali bila dibandingkan dengan jumlah seluruh pelajar pejuang,
apa lagi dengan jumlah pejuang yang ikut mempertahankan kemerdekaan
selama periode tersebut, dan selama itu
pula pasukan IMAM selalu
bernaung di bawah panji TKR/TNI yang ada di daerah Banyumas, sehingga tulisan ini selain
dalam porsi yang
kecil menambah khazanah sejarah pelajar pejuang, pada sisi lain ditujukan
pula untuk menyumbang penulisan sejarah TNI
rumpun Diponegoro daerah
Banyumas dan tokoh-tokohnya yang
menjadi pimpinan pusat perlawanan
terhadap tentara musuh selama itu dan
peran serta rakyat menegakkan kemerdekaan.
Keikut-sertaan rakyat di
desa-desa menentukan berhasilnya
Perang Gerilya Semesta.
![]() |
| Logo Pasoekan Peladjar I.M.A.M. sekarang |
Pada
umumnya sejarah mempunyai dua sisi, yakni satu sisi merupakan salinan dari peristiwa-peristiwa itu sendiri,
dan sisi lain pengaruh serta
sebab atau latar belakang dari peristiwa-peristiwa tersebut. Berdasarkan pedoman
tersebut dalam penulisan
sejarah pasukan IMAM ini
telah diuraikan di bagian awal berdirinya pasukan IMAM, latar belakang dan
suasana sekelilingnya yang memungkinkan lahirnya pasukan. Di bagian
berikutnya peranan pasukan IMAM selama Perang
Kemerdekaan dengan situasi tanah air yang memungkinkan mereka melakukan
peranan tersebut. Sebagai penutup
dilukiskan akhir hayat pasukan
sesuai dengan situasi
yang memungkinkan pelajar-pelajar
pejuang
kembali ke masyarakat. Kaitannya yang nyata
yang menyangkut sejarah nasional
perjuangan bangsa, baik di dalam bidang
pemerintahan maupun di
bidang ketentaraan, khususnya di Jawa Tengah, diutarakan
untuk memberi gambaran titik tolak kegiatan pasukan IMAM selama Perang Kemerdekaan.
Penulisan sejarah ini difokuskan hanya kepada peran yang dilakukan oleh induk pasukan IMAM mulai dari terbentuk sampai pembubarannya. Selama hayat pasukan banyak anggota, karena sesuatu hal, tidak dapat bergabung dengan pasukan, berjuang bergabung pada kesatuan lain yang sesungguhnya tidak kalah pentingnya, tetapi tidak diuraikan di tulisan ini.
Di buku ini nama kesatuan,
pangkat atau orang kadang-kadang masih
menggunakan ejaan lama dirangkaikan dengan ejaan sekarang (EYD). Misalnya di sini disebut Corps Pelajar Siliwangi (CPS), nama asli sesuai ejaan pada masa itu adalah Corps Peladjar
Siliwangi, dan di buku ini seharusnya ditulis
Korps Pelajar Siliwangi (KPS). Contoh lain :
Nama orang Belanda/Inggris tetap
dipertahankan sesuai ejaan aslinya : Meijer (Meyer), Wijck (Wyk) dan seterusnya.
Untuk menghindari kesimpang
siuran telah dicoba untuk memisahkan kesatuan-kesatuan TNI dari Beranda.
Divisi TNI di buku ini
ditulis dengan huruf Romawi atau nama pahlawan
misalnya Divisi V TKR atau Divisi Gunungjati sedangkan Divisi Belanda
dengan huruf A, B, C, D. Brigade TNI dinyatakan dengan angka, misalnya : Brigade
8, 9, 10 dan seterusnya, sedangkan Brigade Belanda dengan huruf T, U,
V, W, dan seterusnya. Batalyon Belanda disebut sesuai dengan nama aslinya misalnya 2 - 10 RI untuk menyatakan
Batalyon ke
2 dari Resimen lnfanteri ke 10, sedangkan batalyon TNI namanya terkenal dengan nama komandannya
misalnya Batalyon Broto Siswoyo, Batalyon Surono dan seterusnya.
Bantuan yang sangat berharga
diperoleh dari pusat sejarah ABRI Jakarta, yang meminjamkan
peta-peta topografi lama dari daerah Bandung dan
Jakarta Tenggara, penugasan staf akhli Letnan Kolonel
drs. RG. Sudarsono untuk ikut mengunjungi tempat-tempat peristiwa terjadi, dan koreksi naskah telah dilakukan oleh
staf akhli Drs. Amrin Imran. Selanjutnya
bantuan diperoleh dari anggota ex Pasukan
IMAM, Drs. Bambang Sumadio untuk koreksi naskah dan peta-peta lama dari daerah Magelang sampai Ajibarang, Let Kol Sudiro
untuk peminjaman peta-peta lama dari daerah Purwokerto sampai Bumiayu, anggota IMAMUDA, Erry Sumarno untuk pengetikan
naskah dan Pung Siswoyo untuk pembuatan beberapa peta
daerah pertempuran dan gambar kulit muka.
![]() |
| Logo Pasoekan Peladjar I.M.A.M. sekarang |
Sekian dan Sekali Merdeka Tetap Merdeka.
Jakarta, 20 Desember 1985
Iwa Sumarmo
Jakarta, 20 Desember 1985
Iwa Sumarmo
Dikutip dari buku aslinya oleh Bayu Soewarno
![]() |
| Berita Acara Penyerahan Monumen Prompong IMAM Purwokerto |
![]() |
| Peresmian Monumen Prompong Pasukan Pelajar I.M.A.M oleh May.Jend. TNI C.I. Santosa. Tanggal : 20 Desember 1983. |
![]() |
| Peresmian Monumen Prompong Pasukan Pelajar I.M.A.M oleh May.Jend. TNI C.I. Santosa. Tanggal : 20 Desember 1983. |
![]() |
| Peresmian Monumen Prompong Pasukan Pelajar I.M.A.M oleh May.Jend. TNI C.I. Santosa. Tanggal : 20 Desember 1983. |
![]() |
| Peresmian Monumen Prompong Pasukan Pelajar I.M.A.M oleh May.Jend. TNI C.I. Santosa. Tanggal : 20 Desember 1983. |
| |
| Monumen Prompong Purwokerto Pertempuran 8 Agustus 1947 |
![]() |
| Monumen Prompong Purwokerto Pertempuran 8 Agustus 1947 |

![]() |
| DATA-DATA MENGENAI PASUKAN PELAJAR I.M.A.M. "Indonesia Merdeka Atau Merdeka" |
![]() |
| DATA-DATA MENGENAI PASUKAN PELAJAR I.M.A.M. "Indonesia Merdeka Atau Merdeka" |

Dikutip dari buku aslinya oleh Bayu
Soewarno
Untuk Info bisa Comments/Yahoo Messenger disini
atau http://www.facebook.com/TentaraPelajar
Untuk Info bisa Comments/Yahoo Messenger disini
atau http://www.facebook.com/TentaraPelajar
*********** SEMOGA BERMANFAAT ***********














Selamat siang.
ReplyDeleteSaya tertarik untuk membaca catatan sejarah ini lebih lanjut,
Dimana saya bisa mendapatkannya ?
Buku ini dulu hanya dibagikan ke anggota I.M.A.M. dan beberapa Universitas sebagai pelengkap di Perpustakaan.
DeleteTetapi jika anda ingin membaca nya bisa hubungi admin via Yahoo Mail (di kolom samping kanan jika ONLINE).
Terima kasih komentar nya. Admin
Mas Bayu, apakah keluarga besar IMAM masih sering kumpul2 atau reuni?
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteMas Bayu
ReplyDeleteSaya apakah buku ini djual?
Ayah saya salah satu pasukan imam Letnan Muda Bogar Sunardi.
Saat ini ayas saya masih sehat,
Abdilah Gafur
gafur1971@yahoo.com
mas abdilah gofur, nuwun sewu. Panjenengan sama Pak Bogar Sunardi sekarang tinggal dimana ya kalo boleh tahu? kalo boleh saya pengen diceritani tentan PP IMAM. terimakasih sebelumnya.
DeleteMas Bayu daleme mana ya kalo boleh tau? kalo berkenan alamatnya bisa di kirim ke dikikristiyadi@gmail.com
Deletematurnuwun sebelumnya
Mas Bayu daleme mana ya kalo boleh tau? kalo berkenan alamatnya bisa di kirim ke dikikristiyadi@gmail.com
Deletematurnuwun sebelumnya
mas abdilah gofur, nuwun sewu. Panjenengan sama Pak Bogar Sunardi sekarang tinggal dimana ya kalo boleh tahu? kalo boleh saya pengen diceritani tentan PP IMAM. terimakasih sebelumnya.
DeleteAlhamdullilah... kebetulan saya masih salah satu cucu dari seorang x pejuang imam...
ReplyDeleteKake saya bernama mbah agus sueparmo...
Pasukan IMAM. Nuwunsewu info tentang bapak-bapak anggota Pasukan IMAM yang saged diwawancarai?Untuk penyusunan buku perjuangan di Purbalingga. Maturnuwun
ReplyDeletedwihatmoko@gmail.com
mas Bayu dalem e pundi nggih? Saged kontak kagem info seputar perjuangan di Purbalingga, Banyumas, dan sekitarnya. maturnuwun
ReplyDelete